Mengapa kalian senang memakan daging saudara kalian sendiri.
Apa rasanya enak?
Bukankah lebih baik mereka melakukan sesuatu daripada makan dengan mulut brengsek itu.
Apa kami melukai atau memakan bangkai kalian.
Tidak, seujung kuku pun kami tak pernah menyentuh kulit kasar yang kalian miliki.
Namun mengapa, tiada hari tanpa menguliti daging kami.
Apa yang kalian harapkan setelah melakukan itu?
Apa mulut brengsek kalian bisa menyelamatkan kami dari rasa susah ini.
Kalian dan mulut bajingan yang kalian miliki hanyalah penambah beban bagi hati ini.
Maka bungkamlah dengan hati nurani kalian yang masih tersisa.
Kalaupun hati kalian tidak lagi tersisa, maka biarkan aku yang menutupnya hingga ke jiwa kalian.
Kalian yang mengaku bahwa kalian beriman.
Kalian jungkir balik 5 kali dalam sehari.
Kalian tidak makan dan minum pada bulan yang suci.
Kalian punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan ceramah disana sini.
Namun bagaimana bisa Iblis masih sangat menyukai kalian.
Bagaimana bisa setan terus mengekor pada kalian.
Bagaimana bisa mulut kalian sejahat itu.
Mengapa kalian selalu mencampuri urusan orang?
Mengumbarnya kesana kemari sebagai topik utama sepanjang hari.
Sungguh kalian dan mulut brengsek kalian.
Mengantarkan seseorang pada amarah dan dendam.
-Nara-
No comments:
Post a Comment