Thursday, August 24, 2017

Ketika ku Berada di Titik Nadir

I can’t say anything.
Ya, aku tak bisa berkata apa-apa lagi.
Semua yang ingin kuungkapkan tertahan di lidahku.
Hanya mampu ku pikirkan betapa menyakitkan ini.
Semua tekanan mengelilingi otak dan hati.
Can’t i??
Tidak bisakah aku??
Berulang kali ku putar kembali memory masa lalu.
Ingin ku tau apa salahku.

Wah, ini sungguh hebat.
Tekanan yang begitu kuat tak bisa ku kurangi.
Semakin bertambah seiring berjalannya waktu.
Bahkan aku sendiri ingin tertawa.
Bodohnya hingga aku terus menjadi  lemah.

Aku mencoba tersenyum.
Namun air mataku tak bisa tertahan.
Aku mencoba menerima.
Namun itu tak semudah yang ku duga.

Memang diluar sana masih banyak orang-orang yang memiliki rasa sakit lebih dalam.
Rasa takut lebih dalam.
Rasa khawatir lebih dalam.
Rasa sakit lebih dalam.
Rasa tertekan lebih dalam.
Dan rasa campur adukku hanyalah seujung kuku mereka.
Hal itu yang membuat ku untuk tetap membuka mata.
Membuka perasaanku bahwa aku tak lebih buruk.
Membuatku tetap ingin hidup.
Demi orang-orang yang berharga untukku.
Aku tak akan menyerah.
OMONG KOSONG!!!
Aku hampir masuk jurang yang sama berulang kali.
Bahkan hari ini, detik ini juga aku ingin semuanya berakhir.
Aku ingin menjauh dari para manusia.

Aku manusia yang penuh kedengkian.
Berharap ada hal yang adil.
Hal yang tak bisa ku gapai saat ini.
Hal yang sudah bisa digapai orang-orang.
Hal yang membanggakan.
Hal yang selalu gagal ku raih.
Hal itu adalah dunia.

Aku manusia yang penuh dengan kebohongan.
Berharap hal yang dapat menghapus kesedihanku.
Hal yang membuatku tertawa.
Hal yang membuatku melepaskan semua keluhku.
Hal yang membuatku tidak ingin lari.
Hal itu adalah Tuhanku.

Bagaimana mungkin aku mengingkariNya.
Bahwa karenaNya aku hidup.
KarenaNya aku merasakan kasih sayang.
KarenaNya aku memiliki teman.
KarenaNya aku bersyukur.
KarenaNya aku berjuang demi orang tuaku.
Maka, setidaknya dengarkan permohonan manusia yang masih banyak dosa ini.
Angkatkan beban hatiku Wahai sang Pengasih.
Ringankan tekanan di dadaku Wahai sang Penyayang.
Tinggikan imanku yang masih sejengkal ini Wahai Allah.
Jangan biarkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku hanya untuk ini Wahai yang Maha Agung.
Terangkan mataku untuk selalu dapat melihat hal-hal baik di dunia ini Wahai yang Maha Suci.
Sesakit hati yang ku rasakan, sebesar do’a yang ku panjatkan, sebanyak harapan yang ku ucapkan.
Dengan sepenuh hatiku aku meminta pertolonganMu.


No comments:

Post a Comment

Manusia

Tentang manusia yang mulai dewasa. Banyak kaki mereka yg terluka. Banyak yg tidak juga. Aku salah satu dari mereka. Yg kesakitan saat me...