Seluruh penat dan rasa sakit mengambil alih hati nurani...
Kupejamkan mata dan ku hela nafas panjang.
Kuadukan semua yg kualami pada Sang Penguasa.
Bahkan dalam sujud aku beruarai air mata.
Sakit dan sesak mengambil alih mulutku yg ingin mengucapkan beberapa kata.
Ini bukan pertama kalinya...
Namun ini masih tetap terasa menyakitkan.
Kubuka mata dan kulihat apa yg ada di depan.
Yang ternyata hanyalah sebuah dinding yg membatasi pandangan.
Aku ingin melihat dunia yg menakjubkan.
Bukan hanya dinding dan ruangan.
Bukan manusia dengan segala ego tingginya yg saling menyalahkan.
Aku ingin mendengar deburan ombak lautan.
Bukan bualan manusia yg memupuskan harapan.
Akupun ingin merasakan semilir angin yg menyegarkan.
Bukan merasakan rasa sakit oleh ocehan manusia yg selalu merasa benar.
Kupejamkan mata dan ku hela nafas panjang.
Kuadukan semua yg kualami pada Sang Penguasa.
Bahkan dalam sujud aku beruarai air mata.
Sakit dan sesak mengambil alih mulutku yg ingin mengucapkan beberapa kata.
Ini bukan pertama kalinya...
Namun ini masih tetap terasa menyakitkan.
Kubuka mata dan kulihat apa yg ada di depan.
Yang ternyata hanyalah sebuah dinding yg membatasi pandangan.
Aku ingin melihat dunia yg menakjubkan.
Bukan hanya dinding dan ruangan.
Bukan manusia dengan segala ego tingginya yg saling menyalahkan.
Aku ingin mendengar deburan ombak lautan.
Bukan bualan manusia yg memupuskan harapan.
Akupun ingin merasakan semilir angin yg menyegarkan.
Bukan merasakan rasa sakit oleh ocehan manusia yg selalu merasa benar.
Suatu saat nanti, aku ingin ketempat itu.
Berjalan diatas pasir, rerumputan hijau, kerikil kecil dan batu.
Bukan diatas lantai dan marmer yg beku.
Suatu tempat dimana aku bisa membuka mataku.
Suatu tempat yg membuatku ingin tetap hidup.
Bukan tempat yg membuatku ingin mati dan menghilang dari dunia yg buruk.
Berjalan diatas pasir, rerumputan hijau, kerikil kecil dan batu.
Bukan diatas lantai dan marmer yg beku.
Suatu tempat dimana aku bisa membuka mataku.
Suatu tempat yg membuatku ingin tetap hidup.
Bukan tempat yg membuatku ingin mati dan menghilang dari dunia yg buruk.
Suatu tempat dimana aku bisa terus mengukir senyuman.
Bukan tempat yg hanya bisa menciptakan tangisan.
Namun, di bumi ini dimanakah aku bisa menemukan?
Sementara, disana disini manusia memiliki banyak topeng untuk menutupi sifat mereka yg kejam.
Hingga mereka seolah menjadi manusia berhati setan.
Yang menjadikan nurani mereka tergadai oleh ego dan keserakahan.
Bukan tempat yg hanya bisa menciptakan tangisan.
Namun, di bumi ini dimanakah aku bisa menemukan?
Sementara, disana disini manusia memiliki banyak topeng untuk menutupi sifat mereka yg kejam.
Hingga mereka seolah menjadi manusia berhati setan.
Yang menjadikan nurani mereka tergadai oleh ego dan keserakahan.
Bagaimana bisa aku mencari tempat itu di dunia?
Kalau tempat seperti itu hanya ada di surga.
Kalau tempat seperti itu hanya ada di surga.
04 Maret 2017
-NARA-