Tentang manusia yang mulai dewasa.
Banyak kaki mereka yg terluka.
Banyak yg tidak juga.
Aku salah satu dari mereka.
Yg kesakitan saat melewati jalan yg sama.
Terciprat lumpur adalah hal yg biasa.
Jalan yg kulewati bukan jalan yg istimewa.
Jalan itu penuh lumpur, batu dan bara.
Bohong jika aku tak mengeluarkan air mata.
Rasa sakit disetiap melangkah selalu terasa.
Takut dan kalut tiba-tiba menjalar di dada.
Dari sekian manusia mengapa aku mengalaminya.
Rasa bersalah entah datang darimana.
Hal ini membuatku menutup diri.
Menyembunyikan segala jenis emosi.
Jangan ada orang yg melihat sisiku yg lain.
Yg akupun sendiri takut jika lepas kendali.
Ada diriku yang tak bisa ku kenali.
Sisi lain yang tak punya nurani.
Mengapa aku merasa sendiri?
Saat malam adalah saat aku merasa sepi.
Seperti terenggut oleh gelap.
Bahkan tidurku pun tak lelap.
Nafasku terasa sesak dan pengap.
Banyak pikiran2 yang hinggap.
Tak seperti dulu, tempat dihatiku begitu senyap.
Seseorang, tolong aku.
Ada sesuatu yang berontak tak terkendali.
Seolah berusaha mematikan hati.
Menghidupkan pikiran liar setiap kali.
Pikiran ingin membunuh dan ingin mati.
Aku ingin berhenti.
Namun dia tetap berusaha mendobrak sisi gelap ini.
Seseorang, selamatkan aku.
Dia berubah namun aku hanya membatu.
Dia orang lain dalam diriku.
Orang yang berbeda dari biasanya.
Saat aku menangis, dia tertawa.
Saat aku memaafkan, dia membencinya.
Dia memakan diriku setiap hari.
Setiap hari, dia perlahan menggerogoti.
Ingin ku mengatakan pada mereka.
Bahwa aku tidak baik-baik saja.
Aku seperti sendirian dalam gelap.
Meringkuk kedinginan.
Memohon sebuah pertolongan.
Tubuhku seperti menggigil ketakutan.
Aku ingin berhenti.
Segala yang terjadi membuatku ingin lari.
Topeng yang dikenakan orang2 membuatku muak setengah mati.
Manusia itu terbakar amarah.
Dan dia mengamukkannya pada manusia lain yg ingin menyerah.
Manusia bernada tinggi itu tak tau kalau hati manusia lain sedang susah.
Dia meluapkan emosinya tanpa tau manusia lain sedang bersumpah serapah.
Mengutuk, tak terima, tak ikhlas pada manusia bernada tinggi namun berhati sampah.
Mendengar ocehannya membuatku lelah.
Manusia yang tak penah tau seberapa besar usaha yg manusia lain lakukan.
Dia hanya tau bahwa manusia lain selalu melakukan kekeliruan.
Dia hanya tau bahwa dirinya benar dan tak berhak disalahkan.
Ya lakukan saja, seperti itulah meraka merasakan menjadi Tuhan.
Berjalan diatas tanah dengan penuh kesombongan.
Tak menghargai manusia lain yg bekerja demi dia mati-matian.
Tak taukah mereka bahwa hati yg lain terluka.
Tak dihargainya sebuah usaha.
Mereka tetap marah, tak mau tau dan menutup mata.
Dunia yang kejam ini mengubahku sepenuhnya.
Mengeraskan dinding hati dan membunuh sisi manusia.
Dan yang lebih parahnya lagi, diriku yg lain ingin menyakiti mereka.
NaraNaraNara
Wednesday, February 7, 2018
Thursday, August 24, 2017
Ketika ku Berada di Titik Nadir
I
can’t say anything.
Ya,
aku tak bisa berkata apa-apa lagi.
Semua
yang ingin kuungkapkan tertahan di lidahku.
Hanya
mampu ku pikirkan betapa menyakitkan ini.
Semua
tekanan mengelilingi otak dan hati.
Can’t
i??
Tidak
bisakah aku??
Berulang
kali ku putar kembali memory masa lalu.
Ingin
ku tau apa salahku.
Wah,
ini sungguh hebat.
Tekanan
yang begitu kuat tak bisa ku kurangi.
Semakin
bertambah seiring berjalannya waktu.
Bahkan
aku sendiri ingin tertawa.
Bodohnya
hingga aku terus menjadi lemah.
Aku
mencoba tersenyum.
Namun
air mataku tak bisa tertahan.
Aku
mencoba menerima.
Namun
itu tak semudah yang ku duga.
Memang
diluar sana masih banyak orang-orang yang memiliki rasa sakit lebih dalam.
Rasa
takut lebih dalam.
Rasa
khawatir lebih dalam.
Rasa
sakit lebih dalam.
Rasa
tertekan lebih dalam.
Dan
rasa campur adukku hanyalah seujung kuku mereka.
Hal
itu yang membuat ku untuk tetap membuka mata.
Membuka
perasaanku bahwa aku tak lebih buruk.
Membuatku
tetap ingin hidup.
Demi
orang-orang yang berharga untukku.
Aku
tak akan menyerah.
OMONG
KOSONG!!!
Aku
hampir masuk jurang yang sama berulang kali.
Bahkan
hari ini, detik ini juga aku ingin semuanya berakhir.
Aku
ingin menjauh dari para manusia.
Aku
manusia yang penuh kedengkian.
Berharap
ada hal yang adil.
Hal
yang tak bisa ku gapai saat ini.
Hal
yang sudah bisa digapai orang-orang.
Hal
yang membanggakan.
Hal
yang selalu gagal ku raih.
Hal
itu adalah dunia.
Aku
manusia yang penuh dengan kebohongan.
Berharap
hal yang dapat menghapus kesedihanku.
Hal
yang membuatku tertawa.
Hal
yang membuatku melepaskan semua keluhku.
Hal
yang membuatku tidak ingin lari.
Hal
itu adalah Tuhanku.
Bagaimana
mungkin aku mengingkariNya.
Bahwa
karenaNya aku hidup.
KarenaNya
aku merasakan kasih sayang.
KarenaNya
aku memiliki teman.
KarenaNya
aku bersyukur.
KarenaNya
aku berjuang demi orang tuaku.
Maka,
setidaknya dengarkan permohonan manusia yang masih banyak dosa ini.
Angkatkan
beban hatiku Wahai sang Pengasih.
Ringankan
tekanan di dadaku Wahai sang Penyayang.
Tinggikan
imanku yang masih sejengkal ini Wahai Allah.
Jangan
biarkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku hanya untuk ini Wahai yang Maha
Agung.
Terangkan
mataku untuk selalu dapat melihat hal-hal baik di dunia ini Wahai yang Maha
Suci.
Sesakit
hati yang ku rasakan, sebesar do’a yang ku panjatkan, sebanyak harapan yang ku
ucapkan.
Dengan
sepenuh hatiku aku meminta pertolonganMu.
Tuesday, August 22, 2017
Saudara?
Mengapa kalian senang memakan daging saudara kalian sendiri.
Apa rasanya enak?
Bukankah lebih baik mereka melakukan sesuatu daripada makan dengan mulut brengsek itu.
Apa kami melukai atau memakan bangkai kalian.
Tidak, seujung kuku pun kami tak pernah menyentuh kulit kasar yang kalian miliki.
Namun mengapa, tiada hari tanpa menguliti daging kami.
Apa yang kalian harapkan setelah melakukan itu?
Apa mulut brengsek kalian bisa menyelamatkan kami dari rasa susah ini.
Kalian dan mulut bajingan yang kalian miliki hanyalah penambah beban bagi hati ini.
Maka bungkamlah dengan hati nurani kalian yang masih tersisa.
Kalaupun hati kalian tidak lagi tersisa, maka biarkan aku yang menutupnya hingga ke jiwa kalian.
Kalian yang mengaku bahwa kalian beriman.
Kalian jungkir balik 5 kali dalam sehari.
Kalian tidak makan dan minum pada bulan yang suci.
Kalian punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan ceramah disana sini.
Namun bagaimana bisa Iblis masih sangat menyukai kalian.
Bagaimana bisa setan terus mengekor pada kalian.
Bagaimana bisa mulut kalian sejahat itu.
Mengapa kalian selalu mencampuri urusan orang?
Mengumbarnya kesana kemari sebagai topik utama sepanjang hari.
Sungguh kalian dan mulut brengsek kalian.
Mengantarkan seseorang pada amarah dan dendam.
-Nara-
Wednesday, June 21, 2017
Annoying
Saat jabat tangan bagaikan menggenggam bara api.
Saat senyuman sudah tak tulus lagi.
Saat wajah memiliki banyak topeng.
Semuanya menjadi memuakan.
Sangat memuakan hingga tak tertahankan.
Aku akan segera pergi meninggalkan tempat ini.
Bahkan tak ada sesal sama sekali.
Karena disini semuanya membuatku muak dan tidak tahan.
Bahkan akupun muak berada ditempat yg sama.
Hanya jika dia dan mereka tidak berlaku seenaknya dan tak adil.
Mungkin tak akan seperti ini.
Namun, semua sudah terlambat untuk menarikku kembali.
Aku sudah muak.
Saat senyuman sudah tak tulus lagi.
Saat wajah memiliki banyak topeng.
Semuanya menjadi memuakan.
Sangat memuakan hingga tak tertahankan.
Aku akan segera pergi meninggalkan tempat ini.
Bahkan tak ada sesal sama sekali.
Karena disini semuanya membuatku muak dan tidak tahan.
Bahkan akupun muak berada ditempat yg sama.
Hanya jika dia dan mereka tidak berlaku seenaknya dan tak adil.
Mungkin tak akan seperti ini.
Namun, semua sudah terlambat untuk menarikku kembali.
Aku sudah muak.
Sunday, March 5, 2017
Place to try the happiness
Seluruh penat dan rasa sakit mengambil alih hati nurani...
Kupejamkan mata dan ku hela nafas panjang.
Kuadukan semua yg kualami pada Sang Penguasa.
Bahkan dalam sujud aku beruarai air mata.
Sakit dan sesak mengambil alih mulutku yg ingin mengucapkan beberapa kata.
Ini bukan pertama kalinya...
Namun ini masih tetap terasa menyakitkan.
Kubuka mata dan kulihat apa yg ada di depan.
Yang ternyata hanyalah sebuah dinding yg membatasi pandangan.
Aku ingin melihat dunia yg menakjubkan.
Bukan hanya dinding dan ruangan.
Bukan manusia dengan segala ego tingginya yg saling menyalahkan.
Aku ingin mendengar deburan ombak lautan.
Bukan bualan manusia yg memupuskan harapan.
Akupun ingin merasakan semilir angin yg menyegarkan.
Bukan merasakan rasa sakit oleh ocehan manusia yg selalu merasa benar.
Kupejamkan mata dan ku hela nafas panjang.
Kuadukan semua yg kualami pada Sang Penguasa.
Bahkan dalam sujud aku beruarai air mata.
Sakit dan sesak mengambil alih mulutku yg ingin mengucapkan beberapa kata.
Ini bukan pertama kalinya...
Namun ini masih tetap terasa menyakitkan.
Kubuka mata dan kulihat apa yg ada di depan.
Yang ternyata hanyalah sebuah dinding yg membatasi pandangan.
Aku ingin melihat dunia yg menakjubkan.
Bukan hanya dinding dan ruangan.
Bukan manusia dengan segala ego tingginya yg saling menyalahkan.
Aku ingin mendengar deburan ombak lautan.
Bukan bualan manusia yg memupuskan harapan.
Akupun ingin merasakan semilir angin yg menyegarkan.
Bukan merasakan rasa sakit oleh ocehan manusia yg selalu merasa benar.
Suatu saat nanti, aku ingin ketempat itu.
Berjalan diatas pasir, rerumputan hijau, kerikil kecil dan batu.
Bukan diatas lantai dan marmer yg beku.
Suatu tempat dimana aku bisa membuka mataku.
Suatu tempat yg membuatku ingin tetap hidup.
Bukan tempat yg membuatku ingin mati dan menghilang dari dunia yg buruk.
Berjalan diatas pasir, rerumputan hijau, kerikil kecil dan batu.
Bukan diatas lantai dan marmer yg beku.
Suatu tempat dimana aku bisa membuka mataku.
Suatu tempat yg membuatku ingin tetap hidup.
Bukan tempat yg membuatku ingin mati dan menghilang dari dunia yg buruk.
Suatu tempat dimana aku bisa terus mengukir senyuman.
Bukan tempat yg hanya bisa menciptakan tangisan.
Namun, di bumi ini dimanakah aku bisa menemukan?
Sementara, disana disini manusia memiliki banyak topeng untuk menutupi sifat mereka yg kejam.
Hingga mereka seolah menjadi manusia berhati setan.
Yang menjadikan nurani mereka tergadai oleh ego dan keserakahan.
Bukan tempat yg hanya bisa menciptakan tangisan.
Namun, di bumi ini dimanakah aku bisa menemukan?
Sementara, disana disini manusia memiliki banyak topeng untuk menutupi sifat mereka yg kejam.
Hingga mereka seolah menjadi manusia berhati setan.
Yang menjadikan nurani mereka tergadai oleh ego dan keserakahan.
Bagaimana bisa aku mencari tempat itu di dunia?
Kalau tempat seperti itu hanya ada di surga.
Kalau tempat seperti itu hanya ada di surga.
04 Maret 2017
-NARA-
You're all cruel
Segala sesuatu jadi semakin menjengkelkan dan menyebalkan.
Walau berusaha sebaik mungkin menyelesaikan, namun yg terselesaikan disalahkan.
Amarah memuncak, namun diambil alih oleh tangis yg lara.
Tidakkah mereka yg meletakan bisa dimulutnya itu berpikir bagaimana sumpah serapah yg hati ini teriakan untuk mereka di hari akhir kelak.
Celakalah mereka yg mengeluarkan lisan bak pedang terhadap manusia yg tak pantas mendapatkannya.
Celakalah mereka yg tak mendapat ampunan dari manusia lainnya.
Celakalah karena hubungan antara manusia dipandang sebelah mata.
Celakalah mereka yg membuat air mata seorang manusia mengalir deras bersama tetesan hujan, sedangkan air mata yg ia keluarkan diselingi do'a yg menyakitkan
09 Februari 2017
-Nara-
Saturday, December 31, 2016
Sepenggal Cerita dari Beberpa Kegagalan Bagian 2
Yuhuuuu.... Lanjut ke cerita kegagalan dari beberapa usaha. ini adalah beberapa perusahaan yang pernah saya masuki. buat tes maksudnya. Let's laughs together...
1. 1. KALBE FARMA
Siapa
yang tidak tau Kalbe Farma??? Itu lo yang tulisannya ada di obat ProMagh...
Bagi anak kos yang akhir bulan cuman bisa makan pake Promagh seharusnya tau. Termasuk
saya.
Saat
itu ada job fair di Fakultas Ekonomi Bisnis UB dan salah satunya adalah Kalbe
Farma. Apply lamaran dah saya. Waktu apply ditanya sama bapak yang jaga stan,
“SMA nya dari jurusan IPA?”. Saya jawab dengan mantap, “IYA PAK”. Kemudian
bapaknya tanya lagi, “Bisa naik motor?”. Saya tidak bisa menyembunyikan raut
wajah saya yang saya jamin tuh Bapak udah tau kalo saya anak mami yang bisanya
cuman numpang dan duduk dibelakang jok motor. Tapi saya bohong, “Bi-bisa pak”.
Apapun dah... yang jelas saya juga bisa kok naik motor dikit-dikit meskipun
nggak bisa belok. Maklum iman saya pada Allah terlalu besar, hingga jalan saya
selalu LURUS.
Malamnya
saya dapat SMS dari Kalbe. Betapa bahagianya hati ini. Ini SMS pertama yang
saya dapatkan semenjak saya menjabat sebagai job seeker. Isi sms nya adalah
tentang tes tulis dan wawancara yang akan dilaksanakan besok. BESOK. BESOK
PAGI. Hello??? Apakah semua perusahaan kalau ngasih info itu selalu ndadak
ya??? Maklum, saya tegaskan lagi bahwa ini baru pertama kalinya SAYA MENJABAT
SEBAGAI JOB SEEKER. Jadi yaaaa rada kaget lah...
Oke
saya berangkat jam setengah 7 bareng temen saya yang kebetulan juga ikut apply
disana yaitu si N. Tempat tes nya ada di FEB UB juga. Saya nunggu 2 teman saya
yang lain yaitu si I dan si Z. Berhubung udah harus registrasi dan kedua teman
saya belum datang, jadinya see you in the room aja yaaa. Saya dan teman saya si
N, masuk dulu ke ruangan. Ini pertama kalinya saya ikut tes jadi saya SALAH
KOSTUM. Saya pakai deker hitam dan baju lengan pendek, celana jeans dan sepatu
Crocks. HADUH DUH DUH... disekeliling saya semuanya pakai pakaian formal.
Eddahhh... sementara ke dua teman saya hampir saja telat. Untung masih boleh
masuk. Wellcome to the hell.
Ini
psikotes pertama saya. Saya nggak belajar. Bukan sok pinter, Cuma nggak punya
bahan aja. Jadi bondo nekat. Dan bener, soal psikotes dibagikan dan tidak
diberi tahu batas waktu pengerjaannya. Ada sekitar 4-5 jenis soal yang
dibagikan dan mereka semua memiliki waktu yang sangat singkat. Di jenis soal
yang pertama, saya benar-benar teliti. Saya ulangi 2-3 kali pertanyaan dan
jawaban untuk memastikan jawaban saya adalah benar. Tiba-tiba “WAKTU HABIS”
Pengawasnya bilang gitu. WHAT?. OPO? OPO?. Saya hanya melongo, bahasa jawa saya
keluar dan melihat kanan kiri. Banyak dari mereka yang 80% terisi. MAMA ANAKMU
BEGO MA... saya hanya bisa mengisi 30% nya saja.
Jenis
soal kedua, saya nggak terima noh waktunya nggak dikasih tau. Eh saya tanya lah
sama pengawasnya tentang berapa waktu yang diberikan untuk pengerjaan jenis soal
berikutnya. Dan beliau menjawab “RAHASIA” hahaha ya enggak lah... beliau
menjawab pokoknya kalau sudah ada aba-aba berhenti itu artinya waktu habis.
WHATTT??. Oke dari sini saya sudah bisa membaca situasi bahwa psikotes kerja
itu lakukan secepat kecepatan cahaya dan jangan dibaca berulang kali karena akan
menghabiskan waktu. Kalau waktu habis, tamat riwayatmu. Namamu disana hanya
akan menjadi sejarah singkat.
Tes
kedua, ketiga, dan seterusnya saya kerjakan dengan secepat mungkin. Sampai tes
menggambar. Pasti sudah pada tau semua tentang tes menggambar. Kalau belum tau
YA UDAHH. Saya optimis di tes menggambar tersebut. Karena imajinasi saya
sedikit tergerak. Entah berapa lama saya menghabiskan waktu untuk mengerjakan
tes tersebut. Saya sudah mulai lelah. Hingga datanglah tes koran atau tes
PAULI. Apa ini??? Saya bolak balik kertas itu bak orang primitif yang baru
mengenal api karena ini baru pertama kalinya bagi saya. Petugas menjelaskan bla
bla bla pokoknya gitu dan saya mengerti.
Sumpah.
Itu tes yang paling menjengkelkan. Melalui tes itu, mereka akan tau seberapa
besar konsistensi kita dan daya ketahan kita terhadap suatu pekerjaan. Ini
memang sederhana karena hanya menjumlahkan angka-angka saja. Tapi saat otak ini
sudah tidak fokus lagi karena saking lelahnya, tidak bisa berfikir lagi. “1+1
BERAPA WOY??? 1+2 BERAPA COYYY”, Batinku. Ini luar biasa... MAMA ANAKMU
BENER-BENER JADI BEGO. Saya tak bisa berpikir jernih di sini. Yang saya
pikirkan saat mengerjakan itu adalah “Apapun dah, yang penting saya pingin
keluar dari tempat ini” sambil mengibarkan bendera putih ke kamera. Gagalkan
saja Ya Allah... saya paling tidak menyukai tes ini.
Do’a
saya langsung didengar dan dikabulkan oleh sang Haliq. Setelah selesai
mengerjakan tes koran itu nggak ada 5 detik udah ada pengumuman buat siapa saja
yang lolos ke tahap wawancara dan discuss. TERUUUSSS??? KALO GITU NGAPAIN
DISURUH NGERJAIN TES INI??? DIKIRA BERHITUNG TERUS TANPA BERHENTI SELAMA HAMPIR
1 JAM ITU RASANYA NGGAK WOWWWW GITU???. Kalau sudah tau siapa aja yang mau di
pilih ya ngak usah pakai acara tes Pauli tah laaa... Huft...
Saya
GAGAL. Oke tak apa. Lebih baik gagal daripada diteruskan. Hehehehe. Teman saya
yang tadi lolos 2 orang yaitu si N dan si Z. Congrats yahhh. Saya mau pulang
dulu. Saya mau istirahat. Hehehe
Ini
bukan melebih-lebihkan situasi. Namun ini kenyataan yang sebenarnya. Kepala
saya berdenyut-denyut sakitnya minta ampun. Sampai di kos-an saya tergeletak
tak berdaya. Dari habis dzuhur sampai jam 9 malam kepala saya sakitnya luar
biasa. Saya tak bisa beranjak dari tempat tidur. Sepertinya darah saya menurun
drastis. Karena ini sudah biasa terjadi jika saya lerlalu lama terpaku oleh
sesuatu yang serius. Dan saya baru menyadari bahwa SAYA ADALAH KORBAN DARI TES
PAULI.
Hahahahahahahahahahaha
2. PHOKPHAND
Adalah
perusahaan pakan ternak dan bla bla bla bla silahkan cari sendiri di Wikipedia
apa ntu perusahaan. Pas perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia lagi buka
recruitmen di Kampus. Ya Wessss Melu dah. Yang ikut mah buuuanyak. Sekitar
lebih dari 80 mahasiswa alias job seekers in the gengs pada duduk di ruang
pertemuan lantai 5.
Tes
yang pertama adalah Psikotes. Biasalah... namanya juga recruitmen. Masa
langsung wawancara Direksi. Pas psikotes yaaaa biasalah, saya belajar dari
pengalaman sebelumnya. Soal-soalnya lumayan sulit. Tapi saya sedikit optimis.
Setidaknya saya pingin lolos di psikotes ini. Kalau saya terjatuh di lubang
yang sama, apa kata Emak nanti.
Diambil
kurang lebih 30 orang dimana nanti sebagian akan wawancara di kantor Jawa Timur
dan sebagian lagi akan diwawancara di kantor pusat yang ada di Jawa Barat.
Waktu disuruh nulis Jawa Tiur atau Jawa Barat saya bimbang. Karena kami kebanyakan
dari daerah Jawa Timur maka yang jadi Jawa Timur Lovers juga banyak. Waduh,
nggak enak dong kalau saingan banyak. Maka dari itu saya memantapkan hati untuk
memilih The Jawa Is Barat. Sok banget dah saya waktu itu. Padahal nggak punya
sanak saudara disana. Tapi YA UDAH...
Dan
YAYYY saya lolos di 30 besar. Alhamdulillah. Saya ke bagian wawancara di Jawa
Barat. Sementara teman-teman saya kebanyakan dapat Jawa Timur. Enaknya... dan
disinilah permasalahannya... Kata pihaknya sonoh nanti yang dapat Wawancara di
Jawa Barat bakal di telfon lagi untuk kapan wawancaranya dan alamat lengkapnya.
Okay. Saya bicara pada orang rumah dengan nada bahagia. Please, lolos psikotes
booookk... anak kalian mau wawancara kerja boookkk. Biasa ini adalah pertama
kalinya saya lolos jadi rada ALAY dikit wajar lah...
Saya
menunggu telfon 1 minggu, kagak ada. 2 minggu kemudian, hp masih sepi. 3 minggu
kemudian, krik krik krik. WHAT THE??? Saya kena PHP??? Apa-apaan ini??? Katanya
mau dihubungi??? Ternyata teman-teman saya yang ngambil Jawa Barat juga
bernasib na’as seperti saya. YA ALLAH... HAMBA MU KENA PHP. MAMA, ANAKMU DI
PHP.
Pada
akhirnya saya angkat tangan. Whatever you want dah perusahaan satu ini. And aye
kagak mau nggadeg again. Ya Allah... hamba Mu ini JONES lo Ya Allah... selain
“Jomblo NgEneS” juga “Jobseeker NgEneS” lo... tolong tunjukan jalan menuju
rejeki hamba Mu ini Ya Allah. Do’a saya kala itu. Dan saya segera MOVE ON dari
gebetan saya (PHOKPHAND) yang tak kunjung menjadikan saya sebagai pacarnya.
Hahahahahaha
3. PARAGON
Ada
yang tau Paragon cat Tembok atau Paragon atap bangunan??? Yups... itu adalah
Paragon yang lain. Paragon yang memanggil saya dengan SMS merdunya ini adalah
bla bla bla bla yang memproduksi WARDAH, EMINA, MAKE OVER, dll yang berbau
kosmetik. Kalau Wardah mah saya pakai. Saya brand ambasadornya malahan.
Dikalangan adek dan mama saya. Hehehehehe
Saya
apply di Paragon melalui Job Fair yang ada di SKODAM MALANG. Deketnya alun-alun
dan stasiun kota Malang. Saya berangkat bersama sahabat sehidup semati saya
yaitu si M yang merupakan partner abadi saya sejak kami jadi partner penelitian
sampai wisuda kami selalu rempong kesana kemari bareng. Dan akhirnya kami tiba
di SKODAM. Lihat di dalamnya banyak yang antri buat apply di Paragon, ya
wess melu lahhh...
Dan
pada akhirnya setelah kami diberi pesan cantik untuk mengikuti psikotes di JPC
UB, hadirlah kami. Psikotesnya gampang-gampang. Bisa dibilang gampang banget
malah. Kalian bisa mengerjakannya sambil menutup mata dan tamatlah riwayat
kalian.
Sekali
lagi Psikotesnya bagian depan gampang-gampang, tapi mendekati lembar-lembar
terakhir jadi semakin sulit. Oke saya salah langkah waktu itu. Seharusnya saya
kerjakan secepat mungkin tuh soal, karena kami juga diberikan soal esay untuk
kami isi. Wooowww untung lah saya segera sadar dan saya tinggalkanlah buku soal
psikotes itu. Saya segera menulis jawaban pada soal esay yang tertuang dikertas
lainnya. Kurang lebih ada pertanyaan begini.
Question:
Apakah anda orang yang jujur?? Kalau iya berikan contohnya.
Batin
Saya: Saya pembohong besar mbak... Saya pernah bohong ke Mama saya kalau uang bulanan
saya hilang padahal saya buat jajan dan jalan-jalan. Hello??? Masa saya tulis
begitu.
Jawaban
Saya: Saya orang jujur Insha Allah. Saya pernah menemukan HP di loby kampus, namun
saya memberikannya kepada pihak akademik karena yang punya pasti akan mencari.
Ini Jujur.
Lalu
ada lagi pertanyaan begini
Qustion:
Jika anda sudah bekerja di perusahaan ini, dan anda disuruh membuat suatu
produk baru. Ide produk seperti apa yang akan anda berikan?
Batin
Saya: Hubungin sama dunia peternakan aahhhh... hahahaha biar ketcheee
Jawaban
Saya: Jika Wardah untuk masyarakat biasa, Emina untuk para remaja, Make Over
untuk profesional, maka saya ingin membuat kosmetik untuk sapi. Dimana di dunia
peternakan belum ada inovasi seperti itu. Saya ingin membuktikan bahwa Sapi
juga bisa tampil cantik saat ada lomba performance untuk sapi yang biasa di
selenggarakan di berbagai daerah.
Apapun dah hanya itu yang terfikir diotak
karena mbaknya sudah bilang bahwa waktu kurang 5 menit lagi. Alhasil semuanya
serba ngawur. Dan waktu habis. Ada beberapa yang belum saya jawab. Eh YA UDAH.
Kumpulin aja. Tunggu takdir aja. Mbaknya bilang kalau akan diumumkan dua minggu
lagi. Namun apa yang terjadi??? Dua minggu hanyalah kata dua minggu. PHP
hanyalah PHP. Saya dan teman saya GAGAL again.
4. BRI SYARIAH
Itu
adalah bank. Orang yang tidak kenal bank BRI hanyalah orang bule yang baru
menginjakan kakinya di bandara Soekarno Hatta. BRISyariah membuka lowongan
untuk ODP. Kalau job seekers sejati pasti sudah akrab dengan yang namanya ODP
(Orang Daerah Pantura) atau MT (Mantan Temen) hahahaha salah... maksud saya
Officer Development Program atau Management Trainee. Kalau belum tau silahkan
cek di kamus bahasa arab.
Saat
itu BRISyariah mengadakan Walk Interview di JPC UB. Selama 2 hari. Saya ingat
hari itu adalah hari kamis dan Jum’at. Hari kamisnya saya baru tau ada orang-orang
dengan pakaian formal antri sembako di JPC UB. Ngikut antri ahhh... Eh TIDAK.
Saya cari-cari dah, emang dasar kalo buka website itu K-Drama atau Anime mulu
jadi tujuan utama stay di Malang buat up date lowongan hancur sudah. Saya baru
ingat kalau sudah hampir sebulan saya nggak buka websitenya UPKK UB. Ah nasi
sudah menjadi basi. Saya buka dah tuh web site sambil nyocokin pengumuman yang
ditempel di depan JPC. WOWWW Memang benar ada Walk Interview. Bentar bentar,
otak ini berpikir mengenai apa itu walk interview??? Wawancara sambil jalan bak
peragawati di catwalk kah??? Saya cari dah pengertiannya. Usut punya usut,
abdomen punya usus, saya pingin tuh nyobain gimana rasanya walk interview. Tapi
hari ini saya lagi nggak pakai baju formal. Hmmm besok aja deh toh juga 2 hari
acaranya.
Keesokan
harinya, Jum’at Mubarak. Hari penuh berkah bagi umat Nabi Muhammad S.A.W. Saya
memantabkan diri ini untuk berjuang sebagai mujahid. Eddahhh. Saya datang lagi
ke JPC buat ikutan Walk Interview. Entah apa yang ada di otak udang ini, saya
lupa bawa pantofel pemirsa. Sepatu kesayangan saya “CROCKS” selalu menemani
kemanapun saya pergi bahkan ia tetap kekeuh pingin ikut saya interview. Cobaan
macam apa ini Tuhan???. Saya sudah di depan JPC tapi saya ndak berani masuk
gara-gara saya pake sendal.
Saya
pulang. Saya balik lagi ke kos sambil meratapi kebodohan ini. Saya membatin, apakah
ini hari Jum’at dan Allah berusaha menjauhkan saya dari pekerjaan yang tidak
baik untuk saya. Eddahhh saya putuskan bahwa ini adalah TAKDIR TUHAN. Saya
tiduran dah di kamar kos. Tapi pikiran saya nggak karuan. Apa saya akan
menyesalinya jika saya tidak kembali lagi kesana??? Saya tidak akan memiliki
pengalaman apapun jika saya melepaskannya begitu saja. Saya ingat apa kata
NARUTO, tokoh anime kesayangan saya. Hehehehehehe. Bahwa jangan pernah menyerah
terhadap sesuatu yang belum dicoba.
Saya
bangkit dari tidur panjang saya dan bergegas kembali lagi ke JPC tepat setelah
sholat jum’at. Dalam batin saya. Apapun dah, mau berhasil mau gagal yang
penting saya tidak ingin menyesal karena melewatkan kesempatan berharga ini.
Hasilnya nanti jika berhasil, maka ini adalah rejeki dari Allah. Jika gagal YA
UDAH.
Saya
tidak suka memakai pantofel saya karena ukurannya tidak pas dengan kaki saya.
Sepatu saya ukurannya lebih kecil jadi sangat menyiksa kaki saya. Andai saja
sang pangeran cepat datang sambil mengatarkan sepatu kaca saya yang ukurannya
klop banget tapi ketinggalan di istananya. Ini ngomong apa ya?. Jadinya
pantofel saya, saya taruh di kresek dan saya masukan ke dalam tas. Sementara
dari kos ke JPC nya saya pake swallow. Ya enggak lah... saya pakai Crocks saya
seperti biasanya.
Saya
masuk ke dalam loby dan langsung antri buat di Interview sama HRD nya. Ternyata
interview nya lumayan singkat dan hanya ditanya tentang dasar-dasar saja
seperti perkenalan, organisasi apa yang aktif diikuti, jelaskan tentang lomba
yang pernah kamu ikuti, tinggi badan berapa, berat badan berapa, udah punya
pacar belum?? Pertanyaan yang terakhir hoax kok. Hahahaha. Seputar itu itu
saja. Lalu saya di suruh nunggu pengumuman jam 3 nanti buat tahap selanjutnya.
WOW SEKALEE, ternyata nggak pake PHP lagi, tapi hari ini juga akan langsung
diumumin. Keceeee dah.
Jam
3 tepat pengumumannya di tempel. Saya segera berlari menerobos kerumunan massa.
Saya cari dah nama pemberian orang tua saya disana ada atau tidak. OH MY GOD.
ADA. MAAAA NAMA ANAKMU ADA DISANA. Lebay saya kumat. Saya foto-foto dah.
Hahahahaha maklum ini pertama kalinya saya lolos interview vroh. Saya menyadari
sesuatu yang tak biasa pada kaki saya. Biasanya sepatu pantofel saya akan
sangat terasa sakit karena saya buat berlarian. Tapi ini kenapa terasa
nyaman-nyaman saja ya. Saya lihat dah sepatu saya. OH MY GOD... JADI DARI TADI
SELAMA WALK INTERVIEW SAYA PAKEK SENDAL CROCKS??? Sepatu pantofel saya masih
terbungkus rapi di dalam kresek hitam di tas saya. COBAAN MACAM APA INI? Tadi
pulang ke kos juga gara-gara lupa pakai pantofel, eh sekarang nggak terpakai.
Tau gini nggak usah pulang dah tadi. Oke yang penting walk interview nya
sukses. Saya kelompok A. Alias kelompok pertama untuk tahap selanjutnya, yaitu
LGD.
LGD
adalah Landungsari-Gadang-Dinoyo yang merupakan nama angkutan umum di kota
Malang. Hehehehe. Serius. LGD adalah Leaderless Group Discuss atau biasa kita
kenal sebagai FGD yaitu Foccus Group Discuss. Pengertian selanjutnya silahkan
search sendiri di abang google ya. Dalam
1 kelompok terdiri dari 7 orang kalau tidak salah. Disana yang perempuan hanya
2 yaitu saya dan satunya lagi entah namanya siapa saya lupa. Sisanya adalah mas
mas berpakaian rapi seolah sudah punya pengalaman sebelumnya. Dan bener
BOOOKKKK. 2 orang mas mas itu adalah mantan MT dan lulusan perbankan. SAYONARA
HIDUP.
Dari
perkenalannya saja sudah terdengar berbeda. Mereka punya aura seorang yang WOW
gitu. Disini saya minder. Saya deg deg an karena ini adalah pertama kalinya
bagi saya ikut FGD rasanya seperti bertemu dengan cinta pertama saya.
Eddaaahhh. BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM... Apapun keputusan Mu Ya Allah, hamba
pasrah.
Temanya
adalah: kamu adalah sebagai pimpinan bank Syariah dan akan memberikan
penghargaan untuk salah seorang karyawan kamu dalam tanda khusus adalah para
manager kamu yang memiliki kinerja dan hasil yang bagus. Dari 4 manager yang
kamu pimpin ada 1 orang manager yang memiliki kinerja dan performance kerja
luar biasa. Omset pemasarannya selalu diatas target. Sebelumnya kamu ingin
mencari tau lebih detail tentangnya. Kamu bertanya pada karyawanmu mengenai
orang itu. Dan yang mengejutkan adalah karyawanmu semuanya mengatakan bahwa dia
memiliki orientasi sex yang menyimpang. Artinya Homosex gitu. Kamu berusaha
mencari bukti. Dan kamu menemukan bukti nya bahwa managermu itu memang memiliki
orientasi sex yang menyimpang. Apa yang akan kamu lakukan??? Bagaimana dengan
penghargaan itu???
Kurang
lebih seperti itulah ceritanya.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Manusia
Tentang manusia yang mulai dewasa. Banyak kaki mereka yg terluka. Banyak yg tidak juga. Aku salah satu dari mereka. Yg kesakitan saat me...
-
I can’t say anything. Ya, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Semua yang ingin kuungkapkan tertahan di lidahku. Hanya mampu ku pikirka...
-
Yuhuuuu.... Lanjut ke cerita kegagalan dari beberapa usaha. ini adalah beberapa perusahaan yang pernah saya masuki. buat tes maksudnya. Let...
-
Segala sesuatu jadi semakin menjengkelkan dan menyebalkan. Walau berusaha sebaik mungkin menyelesaikan, namun yg terselesaikan disalahkan...